"Kami memandang dia sebagai pemimpin besar dan sebagai negarawan internasional. Bagi saya, ini agak personal. Saya kenal dia dan saya telah bekerja sama dengan dia untuk waktu yang sangat lama," kata Mahathir.
"Saya menganggap dia sebagai teman Malaysia dan teman pribadi," imbuh mantan pemimpin negeri jiran itu seperti dilansir harian Malaysia, The Star, Senin (28/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun Indonesia bukan negara demokrasi ideal selama masa Soeharto, faktanya dia membawa stabilitas ke Indonesia. Tentu saja, ada harga yang harus dibayar," tutur Mahathir seraya mengakui bahwa sejumlah orang menderita selama pemerintahan Soeharto. (ita/sss)











































