Beredar SMS Tolak Berkabung untuk Soeharto

Beredar SMS Tolak Berkabung untuk Soeharto

- detikNews
Senin, 28 Jan 2008 08:43 WIB
Jakarta - Peraturan pemerintah (PP) mengatur jika mantan kepala negara wafat maka negara berkabung selama 7 hari dan bendera dipasang setengah tiang. Namun muncul penolakan hal ini dilakukan saat mantan Presiden Soeharto meninggal.

Senin (28/1/2008) dini hari ini, SMS yang berisikan penolakan tanda berkabung atas kematian Soeharto beredar. Setidaknya ada dua SMS yang tegas menolak.

"Kita beritakan kepada seluruh rakyat & teman yang masih peduli terhadap demokrasi (via sms, email, dll) untuk bersama-sama tidak mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda protes sipil atas belum terbayarnya hutang dosa-dosa politik Soeharto selama 32 tahun," begitu salah satu bunyi SMS yang beredar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain SMS itu, muncul juga SMS yang menyatakan sikap penolakan dari seorang mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang terkenal anti Orde Baru.

"Tolak instruksi Hari Berkabung 7 Hari! Tolak gelar kepahlawanan buat diktator Soeharto!" bunyi SMS itu hanya beberapa jam setelah Soeharto dikabarkan meninggal hari Minggu kemarin.

Pantauan detikcom, banyak warga Jakarta yang tidak memasang bendera setengah tiang pagi ini. Terlihat hanya satu-satu rumah yang melakukan instruksi PP yang juga dibuat Soeharto itu. Misalnya di Pamulang, Kramatjati, Pondok Gede, Pasar Minggu, dsb.

Hanya perkantoran saja yang cukup tertib memasang bendara setengah tiang. (aba/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads