Pelayat Membeludak, Salat Jenazah Digelar Bergelombang

Pelayat Membeludak, Salat Jenazah Digelar Bergelombang

- detikNews
Minggu, 27 Jan 2008 21:50 WIB
Jakarta - Ribuan orang pelayat masih memadati rumah duka almarhum Soeharto. Demi mewadahi antusiasme warga, salat jenazah pun sampai harus dilaksanakan dalam beberapa gelombang.

Demikian ungkap Ketua Umum PP Muhamdiyah Din Syamsuddin pada wartawan yang mencegatnya usai melayat jenazah Soeharto di rumah duka Jl. Cendana 8, Menteng, Jakarta, Minggu (27/1/2008) malam.

"Di dalam sangat sesak. Ini baru akan salat jenazah 'kloter' 3," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara ini penjagaan di rumah duka tetap ketat. Maklum saja, semakin malam, justru makin banyak pelayat yang berdatangan, terutama dari warga Menteng dan sekitarnya serta luar kota.

Demikian juga dengan karangan bunga duka yang rata-rata dikirim oleh tokoh dari luar Jakarta. Tampaknya suasana hiruk pikuk ini baru akan berakhir setelah jenazah Soeharto diberangkatkan ke Lanud Halim Perdanakusumah pagi Senin besok.

(lh/nrl)


Berita Terkait