Hal ini ia sampaikan pada wartawan di Istana Negara, Jakarta, setibanya melayat dari rumah duka bersama rombongan Presiden SBY.
"Saya dan beberapa orang menteri termasuk yang meminta beliau (Soeharto) lengser pada '98 dulu. Saya bilang ke Tutut, minta maaf kalau itu dianggap kesalahan atau dosa," ujar Ginandjar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mari kita semua memaafkan beliau. Siapa sih manusia yang tidak punya kesalahan," ujarnya.
Menurut eks politisi Golkar ini, saat melayat dirinya ditemui oleh seluruh putra dan putri Soeharto dan menantu yang ada di sekitar tempat jenazah disemayamkan. Tetapi ia tidak melihat Tommy Soeharto dan Bambang Trihatmodjo ada di sana.
"Mungkin ada di belakang," imbuh senator asal Jawa Barat itu.
(lh/nrl)











































