Wartawan senior Indosiar Ahmad Fauzan harus merelakan HP Communicator N9500-nya saat meliput suasana di rumah duka, Jl Cendana No 8, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2008).
"Saat itu saya lagi memegang kamera. HP saya taruh di pinggang. Tidak terkontrol. Tiba-tiba saja ada dorongan dari belakang. Tidak beberapa lama, handphone pun lenyap," tutur Fauzan geram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikcom, ribuan warga saat ini masih mendatangi rumah duka. Mereka tampak antusias ingin melihat wajah mantan pemimpin mereka untuk yang terakhir kalinya.
(ary/mly)











































