Pengangkatan pasir dilakukan oleh karyawan Astana Giribangun, 40 km dari Solo, Minggu (27/1/2008). Para karyawan mengambil pasir dengan menggunakan empat ember.
Jarwo, salah satu karyawan, menyatakan, setelah pasir diangkat, maka liang lahat akan dibiarkan kosong dulu menunggu jenazah Pak Harto dimasukkan. "Lalu diganti dengan pasir baru," ujar Jarwo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































