Saat itu, sopir Edi Suminto hendak menyusul anggota Fraksi Partai Demokrat itu menuju Cendana. Sebelumnya, Mayjen Mulyono sudah berangkat duluan bersama iring-iringan mobil jenazah.
Edi yang membawa mobil Land Cruiser hitam bernopol B 1498 BK itu pun langsung dilarikan dengan cepat. Edi tidak melihat reporter RCTI Lady Simarmata yang saat itu sedang bersiap membuat laporan langsung ke kantornya dari depan lobi RSPP, Jl Kiai Maja, Jakarta, Minggu (27/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seketika itu juga puluhan wartawan yang sedang meliput langsung mencegat mobil itu. "Berhenti... Berhenti... Tanggung jawab... Lihat ke belakang," teriak wartawan kepada Edi.
Tak sampai keluar RSPP, Edi pun langsung menghentikan mobilnya. Dia langsung menghampiri Lady yang saat itu terkapar dengan darah yang mengalir dari kaki sebelah kanannya.
Lady dan Edi pun langsung bergegas menuju ruang IGD RSPP. Lady diduga menderita patah kaki, karena setelah ditabrak posisi kaki kanannya terlihat bengkok.
(ary/ary)











































