Skenario ini sudah dipersiapkan oleh TNI jauh-jauh hari. Informasi yang didapatkan detikcom, Minggu (27/1/2008), skenario yang akan dipakai adalah CB2. Yaitu meliputi rute: RSPP-Cendana-Halim-Adi Sumarmo-Mangadeg. Sebelumnya juga ada skenario CB1, melipute rute: RSPP-Halim-Adi Sumarmo-Mangadeg.
"Yang dipakai rute CB2," kata sumber detikcom. Meski begitu, skenario itu tidak tertutup kemungkinan bertambah. Sebab, kemungkinan ada rencana menyalatkan Pak Harto di Masjid At-Tien dan juga akan disemayamkan terlebih dulu di Ndalem Kalitan, Solo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
A. Tim advance akan diberangkatkan terlebih dulu dengan pesawat C130 atau Fokker 27 atau CN 235.
B.
1. Persemayan di Cendana.
2. Persemayaman di Lanud Halim Perdana Kusuma
3. Upacara pemberangkatan jenazah di Lanud Halim:
- inspektur upacara: RI 2 (Wakil Presiden). Cadangan: Menko Kesra
- komandan upacara ditunjuk oleh Kepala Staf Garnisun (Kasgar) I
- Pasukan upacara: 1 batalyon terdiri TNI AL, AD, AU ditunjuk Asops angkatan
4. Upacara penerimaan jenazah di Lanud Adi Sumarmo Solo:
- inspektur upacara: Pangdam IV/Diponegoro. Cadangan: Gubernur AAU
- komandan upacara: Asops Dam IV/Diponegoro. Cadangan: Asperdam IV/Diponegoro
- pasukan upacara: 1 batalyon
5. Upacara pemakaman di Mangadeg:
- inspektur upacara: RI 1 (Presiden). Cadangan: Menko Polhukam
- komandan upacara: Dan Brigade VI Kostrad. Cadangan: Dan Grup II Kopassus ditunjuk oleh Pangdam IV/Diponegoro
- pasukan upacara: 1 batalyon AD, AL, AU ditunjuk oleh Asops angkatan
Pesawat-pesawat yang akan disiapkan untuk proses pemakaman:
a. 1 buah C130 atau F27/CN235 untuk Tim Advance
b. 1 buah C130 V untuk jenazah dan keluarga
c. 1 buah Boeing 737 V untuk pelayat VIP
d. 2 buah C130 untuk pelayat (asy/asy)










































