Saat ini pernafasan Pak Harto diambil alih seratus persen oleh mesin pernafasan. "Keadaan pagi ini sangat krirtis. Pernafasan dangkal diambil alih 100 persen mesin pernafasan" kata Ketua Tim dokter kepresidenan Dr Mardjo Soebiandono dalam jumpa pers di RSPP, Jl Kyai Maja, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2008).
Menurut Mardjo, keadaan kritis yang dialami Pak Harto ini terjadi pukul 01.00 WIB dini hari ditandai dengan sesak naffas. Tekanan darah terus menurun antara 60/25 hingga 70/30 mmHg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mardjo menambahkan, pada pukul 03.00-07.00 WIB, keadaan umum Pak Harto makin menurun. Tekanan darah berkisar antara 90/35 hingga 70/35 mmHg.
"Tindakan resusitasi tetap diusahakan maksimal. Hingga kini Pak Harto masih menerima resusitasi itu," imbuhnya.
Menurut anggota tim dokter lainnya Dr Djoko Rahardjo, kondisi ini merupakan kondisi terburuk yang dialami Pak Harto selama masa kritis. (ziz/iy)










































