Hera datang ke LP Cipinang sendirian. Dia tidak ditemani anak-anaknya karena sedang sibuk. Kepada wartawan, Hera mengaku shock dengan putusan 20 tahun penjara untuk Polly. Dia meminta agar aparat hukum bisa menunjukkan bukti-bukti bahwa suaminya terlibat pembunuhan Munir.
Berikut petikan wawancara dengan Hera:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik
Anak-anak bagaimana?
Sehat, harus tetap belajar dan harus sukses
Terkait dengan kasus hukum Polly?
Kejaksaan harus buktikan pembunuhan Munir dengan bukti-bukti yang jelas. Jangan hanya katanya, katanya. Yang harus dicatat, kami tidak takut dengan penjara. Polisi mungkin takut ke Cipinang, tapi Pollycarpus tidak takut ke Cipinang.
Anak-anak tidak diajak?
Anak saya empat. Yang pertama, instruktur pilot di Curug, anak kedua masih kuliah di kedokteran, yang sekolah SMA sedang tanding basket, dan yang SMP sedang belajar di rumah.
Perasaannya bagaimana?
Ya shock, tapi meraung-raung pun tidak ada gunanya. Saya tidak akan melakukan itu. Saya akan berfikir dengan akal sehat
Bawa apa saja untuk Polly?
Bawa sandal jepit dan makan siang
Apakah makanan istimewa karena Polly ulang tahun?
Gak, gak. Makan siang saja.
Setelah bertemu wartawan, Hera yang mengenakan kemeja biru dipadu celana panjang hitam itu masuk ke dalam LP. (asy/ken)











































