Belakangan ini jumlah pasien gagal ginjal yang melakukan cuci darah di sejumlah rumah sakit umum dan swasta meningkat.
Hal itu diungkapkan dokter spesialis urologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof dr Prawito Singodimedjo, SpB SPU kepada wartawan usai launching buku karya dosen Fakultas Kedokteran (FK) UGM di Bulaksumur Yogyakarta, Jumat (25/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, ada berbagai sebab seseorang menderita gagal ginjal. Antara lain karena diabetes mellitus, hipertensi, dan adanya infeksi. Gagal ginjal juga dibagi dalam beberapa tingkatan. Pasien yang melakukan cuci darah merupakan penderita gagal ginjal akhir.
"Penyebabnya bisa bermacam-macam, di antaranya diabetes melitus, komplikasi dari diabetes mellitus, hipertensi, dan juga karena infeksi," imbuhnya.
Prawito baru-baru ini juga menemukan pasien yang menderita gagal ginjal akibat banyak mengkonsumsi obat-obatan dan mengkonsumsi minuman keras yang dioplos dengan minuman suplemen.
Penanganan medik bagi pasien yang mengalami gagal ginjal memang tidak seratus persen dapat disembuhkan. "Cuci darah, cuci perut, dan mengganti ginjal hanya sebagai upaya
memperpanjang umur si pasien," imbuh dia.
Untuk mencegah penyakit itu, dia menyarankan agar banyak mengkonsumsi makanan
berserat seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Selain bisa mencegah gagal ginjal, makanan berserat juga mampu mencegah kanker usus.
"Karena itu, sangat disayangkan jika masyarakat kini kurang suka mengkonsumsi makanan berserat," pungkas Prawito. (bgs/nvt)











































