Ketua Departemen Komunikasi Eksternal Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sumut Fachruddin menilai, PAN Sumut saat ini dalam masa berkabung karena tidak mampu mengantarkan kader terbaiknya maju dalam Pilgub Sumut periode 2008-2013.
"Saya selaku kader PAN Sumut sangat kecewa atas kegagalan PAN Sumut mencalonkan kadernya dalam pilgub. Saya yakin banyak kader lain yang sependapat dengan saya," kata Fachruddin di Medan, Jumat (25/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, terkait pencalonan kader dalam pilgub, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN terpaksa memberhentikan Ketua DPW PAN Sumut Kamaluddin Harahap, dan menggantinya dengan Wakil Sekretaris Jenderal Viva Yoga Mauladi sebagai Pelaksana Tugas Ketua (Plt) PAN Sumut.
"Semua upaya dan pengorbanan itu menjadi sia-sia karena PAN tetap gagal mengusung calon dari kader sendiri," katanya.
Rapat Pleno PAN Sumut sebelumnya memutuskan Herry W Marzuki dan Syamsul Arifin sebagai dua bakal calon yang diusulkan ke DPP PAN. Namun, kata Fachruddin, arah politik kemudian berbelok dan PAN Sumut berkoalisi dengan Partai Demokrat dan PBR mendaftarkan cagub/cawagub yang justru di luar hasil penjaringan.
Pada sisi lain, saat berbagai persoalan muncul di tubuh PAN Sumut menjelang pilgub, PAN Kota Pematang Siantar justru memperoleh berkah. Sebab Ketua DPD PAN setempat yang kini menjabat sebagai Wakil Walikota Pematang Siantar dipastikan akan menjadi Pejabat Walikota karena Walikota RE Siahaan maju dalam pilgub periode 2008-2013.
Sedangkan RE Siahaan maju berpasangan dengan Ketua Pujakesuma Sumut Suherdi. Pasangan ini didukung delapan dari 24 parpol yang ada di daerah itu. (rul/nvt)










































