Polly baru saja divonis 20 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA). Dia dinyatakan terlibat dalam upaya pembunuhan aktivis HAM almarhum Munir tahun 2004 lalu. Isu yang beredar, Polly akan dieksekusi malam ini. Meski terlihat cemas, Polly menyampaikan siap dieksekusi.
Rumah berlantai 2 milik Polly di bilangan Pamulang Permai, Tangerang, malam ini tampak ramai. 2 Buah mobil Jeep dan 3 buah motor tampak terparkir di halaman rumah. Polly memang tidak sembunyi. Saat wartawan datang, dia pun meladeninya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia lantas meminta para wartawan untuk memberikan kesempatan dia untuk beristirahat. "Tunggu saja besok jam 11.00 WIB di kantor pengacara saya Pak Assegaf, saya akan buka semua hal yang meringankan saya. Semua akan kebagian," tambah dia.
Tak lama kemudian, Polly disinggung mengenai ultahnya yang kebetulan jatuh pada 26 Januari. "Selamat ya pak, ada tumpengan gitu pak," seru seorang wartawan. "Semua orang juga ulang tahun. Biasa saja," imbuh dia dengan ekspresi biasa saja.
Hera sang istri lalu ikut menimpali. "Kami orang yang taat hukum," ujar Hera.
Kabar bahwa Polly akan segera dieksekusi memang kemungkinan akan dilakukan pada malam ini. Seorang petugas menuturkan Polly akan dibawa ke LP Cipinang. "Langsung dibawa ke sana," imbuh seorang petugas.
Di lokasi rumah Polly di Perumahan Pamulang Permai, Blok B, tim jaksa memang sudah tampak. Begitu pula petugas dari kepolisian. Mereka bersiap-siap untuk mengeksekusi, meski belum diketahui pasti kapan eksekusi dilaksanakan.
(ndr/asy)











































