RCTI-Tempo Bantah Tudingan Polly

RCTI-Tempo Bantah Tudingan Polly

- detikNews
Jumat, 25 Jan 2008 21:52 WIB
Jakarta - Terpidana kasus pembunuh Munir, Pollycarpus Budihari Priyanto, berang dengan pemberitaan tentang dirinya di media massa. Dia menilai, berbagai media telah menyudutkannya.

Polly enggan diwawancara wartawan Tempo yang datang ke rumahnya usai vonisΒ  peninjauan kembali (PK) Mahkamah Agung (MA). Mantan penerbang Garuda Indonesia itu menuding Tempo telah meng-create opini yang memojokkannya.

Ketika menonton tayangan berita di RCTI tentang dirinya, Polly kembali berang. Dia menduga pemberitaan itu muncul karena media telah ditunggangi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait ucapan Polly yang keluar saat dia kesal itu, pihak RCTI dan Tempo mencoba meluruskan. "Apapun yang kita lakukan tidak dibayangi imbalan. Kalau melakukan sesuatu
pun kami melakukan cek dan ricek," ujar Pemred RCTI Arief Suditomo kepada detikcom,
Jumat (25/1/2008).

Ditambahkan dia, berita tentang kasus Munir di RCTI adalah dengan menggunakan sumber resmi. "Kalau dituding ada imbalannya, apa buktinya. Sejauh ini kami menganggap Pak Polly adalah salah satu nara sumber yang baru saja mendapat kabar putusan PK itu," lanjut Arief.

"Tidak ada yang menunggangi dan tidak ada latar belakang imbalan. Gaji kami sudah cukup," tegasnya.

Hal senada diungkapkan Pemred Tempo Toriq Hadad. Dia mengatakan, dalam pemberitaan selalu mengupayakan agar seimbang. "Tidak ada agenda khusus untuk Polly. Jadi mengikuti perkembangan berita. Kalau perlu komentar Polly, maka mewawancaranya," ujar dia kepada detikcom.

Apabila wartawan dituding-tuding oleh nara sumber, termasuk Polly, adalah hal yang biasa sepanjang tidak membahayakan si jurnalis.

"Pemberitaan kan dibaca masyarakat, dan merekalah yang mengeluarkan opini. Bukan hak kita memposisikan Polly sebagai yang bersalah. Kita hanya menulis saja," pungkas Toriq.
(nvt/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads