Penandatangan dilakukan Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan pendiri ESQ LC Ary Ginanjar Agustian bersamaan pembukaan pelatihan ESQ Eksekutif Angkatan ke-66 di Jakarta, Jumat (25/1/2008).
Fahmi Idris mengatakan, melalui MOU tersebut, pihaknya mendorong staf dan karyawan Depperin mengikuti pelatihan ESQ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga berkeyakinan pelatihan ESQ akan memperkuat nilai spiritual dan emosional, sehingga bisa membedakan mana yang benar dan salah dan mana yang harus dilakukan dan mana yang harus ditinggalkan.
"Melalui pelatihan ESQ ini, akan tercipta masyarakat yang damai dan produktif, sehingga bangsa Indonesia menjadi lebih kokoh, solid dan lebih maju lagi," ujarnya.
Sementara itu, Ary Ginanjar yang baru pekan lalu memberikan seminar ESQ di tujuh kota di Amerika Serikat, menyatakan, penghargaannya pada komitmen pimpinan departemen dan instansi yang memberikan bekal jajarannya bukan hanya intelektual dan kemampuan teknis, tapi juga kecerdasan emosional dan spiritual.
Menurut dia, survei dunia membuktikan bahwa keberhasilan seseorang dalam hidupnya hanya 6-20 persen ditentukan kecerdasan intelektualnya.
Faktor keberhasilan terbesar justru karena perilaku dan sikap hidupnya yang bisa dicapai dengan mengasah kecerdasan emosional dan spiritualnya.
Selain dengan Depperin, juga ditandatangani MoU antara ESQ LC dengan Inspektorat Jenderal Departemen ESDM dan RS Jantung Harapan Kita.
(mar/mar)











































