"Saya malah belum tahu," ujar Polly kepada detikcom, Jumat (25/1/2008).
Meski begitu, Polly sangat menyayangkan putusan itu. Menurutnya, putusan ini hanya akal-akalan pemerintah dan permainan kekuasaan saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polly pun mempertanyakan bukti baru (novum) yang dijadikan sebagai bukti keterlibatan dirinya atas pembunuhan terhadap munir.
"Sekarang saya tanya, mana novum baru itu. Kalau cuma diduga, itu bukan novum," ketus Polly. (anw/ken)










































