"Awalnya kita kan pesan dari Polandia. Tapi karena ada kebijakan baru dari pemerintah untuk diadakan dari PT DI, jadi kita alihkan ke PT DI," kata Kepala Staf Angatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Sumardjono dalam jumpa pers di sela-sela Rapim TNI AL di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (25/1/2008).
Hanya saja, menurut Sumardjono, pihaknya meminta bila memang pengganti pesawat patroli maritim yang akan dibeli dari PT DI harus disesuaikan dengan spesifikasi teknis yang dibutuhkan AL. "Kita mendukung kebijakan pemerintah itu, ini yang perlu percepatan dan ini sudah mulai," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kita terus lakukan perbaikan dan peningkatan. Artinya, dari 14 pesawat itu kita operasikan, tapi masih ada keterbatasan, jadi ditingkatan kemampuannya," ujar Sumardjono.
Dalam kesempatan itu Sumardjono juga menegaskan, kecelakaan jatuhnya pesawat Nomad P-833 di Sabang, NAD bukan karena kesalahan manajemen atau pilotnya. Pesawat tersebut kondisinya sangat bagus, namun menghadapi turbulensi udara saat akan mendarat.
"Jadi bukan kesalahan manusianya," imbuhnya. (zal/sss)











































