Freddy Takut Ditembak & Dijebak Irawady

Freddy Takut Ditembak & Dijebak Irawady

- detikNews
Jumat, 25 Jan 2008 11:43 WIB
Jakarta - Rasa takut menjadi alasan  Dirut PT Persada Sembada Freddy Santoso memberikan uang Rp 600 juta dan US$ 30 ribu kepada komisioner KY nonaktif Irawady Joenoes. Apalagi Irawady merupakan pejabat negara.

"Saya takut Pak. Sebagai pebisnis saya takut dan dibikin susah karena beliau pejabat negara dan kenal banyak orang," kata Freddy dalam keterangannya sebagai saksi.

Freddy mengatakan pernyataan ini dalam sidang dengan terdakwa Irawady di Pengadilan Tipikor, Gedung Uppindo, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (25/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Freddy, dianya sebenarnya tidak ingin memberikan sejumlah uang ke terdakwa. Namun karena terdakwa meminta tolong, dirinya berubah pikiran sehari sebelum penangkapan pada 26 September 2007.

"Ini karena minta tolong. Beliau katakan tolong, ini penting dan tidak akan berakibat apa-apa pada kami," katanya.

Pada 26 September 2008, Freddy memenuhi permintaan Irawady untuk datang ke Jl Panglima Polim 3 No 138 untuk menyerahkan uang.

"Saya ambil uang Rp 450 juta di kantor dan ke Mangga Dua untuk mengambil Rp 150 juta. Serta ada uang perusahaan US$ 30 ribu," jelas dia.

Freddy pun mengajak 2 polisi dari Polres Jakarta Pusat. "Dalam perjalanan saya berpesan jika dalam 10 menit tidak keluar tolong datang karena pasti ada apa-apa," pintanya kepada polisi.

Menurut Freddy, kedua polisi ini turun di gang berbeda. Hanya dirinya dan sopir yang ke rumah Panglima di Polim. Saat tiba di rumah yang dimaksud Freddy menyerahkan uang itu dan langsung meninggalkan rumah.

"Beliau katakan, lho kok segini? Saya katakan ya Pak, adanya segitu. Saya sudah tidak punya uang lagi, uang sudah habis untuk bayar bank, orang-orang dan usaha," imbuh dia.

Freddy mengaku, dirinya tak rela memberikan uang itu. Namun dia tetap memberikannya untuk membayar rasa aman.

"Ini untuk memberikan aman pada diri saya. Saya takut ditembak Pak Irawady. Beliau minta uang, saya takut dihilangkan nyawa," pungkas dia.

Selaian takut ditembak, Freddy pun takut dijebak Irawady.

"Saat saya keluar, nah betul dugaan saya. Saya dikerjain. Saya sampai kaget sekali banyak orang. Ini uang dikasih, saya dirampok," ujar dia.

Mengenai tas merah yang ditemukan di kamar mandi oleh penyidik KPK saat penangkapan, menurut Freddy dirinya bukan yang meletakkan di kamar mandi. Dia hanya berada di ruang tamu. (mly/ana)


Berita Terkait