Pertokoan itu letaknya di Jalan Ahmad Yani, Rawasari Selatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ada 50 toko berjejer menjajakan kursi, ayunan bayi, cermin, lampu, penyekat dinding, tempat koran, dan keranjang yang semuanya terbuat dari kayu rotan.
Harga-harga furnitur ini kini didiskon. Misalnya, 1 set kursi yang semula seharga Rp 700 ribu dilepas dengan harga Rp 500 ribu. Ayunan bayi yang dijual Rp 200 ribu didiskon menjadi Rp 100 ribu. Lumayan...!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ngandelin uang kerohiman ya nggak cukup. Kita saja sewa belum habis sudah digusur. Lumayanlah impas-impas juga tidak apa-apa," kata Caniagi (50).
Caniagi akan membawa pulang barang dagangannya ke kampung halamannya di Cirebon, Jawa Barat. "Saya sudah 8 tahun sewa kios di sini. Mau cari kios lain nggak ada tempat," ujarnya.
Slamet (48), pedagang lain juga akan pulkam alias pulang kampung. Pria ini menunggu uang kerohiman yang dijanjikan oleh Kecamatan Cempaka Putih.
"Ada yang bilang Rp 3 juta, ada yang bilang Rp 5 juta. Bahkan ada yang bilang Rp 10 juta. Katanya hari ini cair dananya habis dzuhur. Lumayan buat bayar truk untuk bawa barang ke Gombong," kata Slamet.
Meski banting harga, namun belum satu pun pembeli yang datang. "Biasanya pembeli datang siang dan sore hari," kata Caniagi yang berpenghasilan Rp 1-5 juta per hari ini.
(aan/sss)











































