Ijazah Palsu Rudolf Bak Batu Sandungan PDIP di Sumut

Ijazah Palsu Rudolf Bak Batu Sandungan PDIP di Sumut

- detikNews
Jumat, 25 Jan 2008 11:01 WIB
Jakarta - Yang namanya batu sandungan, pastilah dihindari. Begitu juga dengan PDIP. Ijazah palsu Rudolf Pardede bak menjadi batu sandungan dalam Pilkada Sumut. Sebelum kasus itu diungkit-ungkit, langkah Rudolf distop.

"Begitu kita mencalonkan Pak Rudolf, kasus ijazah palsunya akan diungkit-ungkit," kata Sekjen PDIP Promono Anung.

Hal itu disampaikan dia kepada detikcom sebelum bertemu Wakil Dirjen Biro Pertama Departemen Internasional Komite Sentral Partai Komunis Cina (PKC) Ji Ping di DPP PDIP, Jl Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (25/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diakui Pram, berdasarkan survei yang dilakukan PDIP, popularitas Rudolf cukup tinggi.

"Tapi kita tidak mau ambil risiko terkait kasusnya. Pemilihan Pak Tritamtomo didasarkan pada survei juga," kata Pram.

Keputusan tidak mencalonkan Rudolf, lanjut Pram, sudah final dan merupakan hasil rapat di DPP.

Apakah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri merestui keputusan itu? "Itu keputusan bersama DPP," pungkas Pram.

PDIP telah mendaftarkan mantan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Purn Tritamtomo dengan dengan kader PDIP yang juga anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Benny Pasaribu sebagai cagub-cawagub dalam Pilkada Sumut.

Rudolf Pardede terpilih menjadi Wagub Sumut, satu paket dengan Gubernur Sumut almarhum T Rizal Nurdin pada Mei 2003. Beberapa kalangan di Sumut resah karena Rudolf tersangkut kasus ijazah palsu.

Pada September 2005, Rizal Nurdin mangkat dalam kecelakaan pesawat Mandala Airlines RI 091 sesaat setelah lepas landas dari Bandara Polonia, Medan. Rudolf Pardede pun secara otomatis menjadi gubernur.
(nwk/sss)


Berita Terkait