"Melatih fungsi pernafasan untuk persiapaan melepaskan bantuan mesin pernafasan," ujar ketua tim dokter kepresidenan Dr Mardjo Soebiandono dalam jumpa pers di RS Pusat Pertamina (RSPP), Jl Kyai Maja, Jakarta, Jumat (25/1/2008).
Meskipun masih dibantu mesin, lanjut Mardjo, Soeharto sudah bisa bernafas secara spontan. Selain fungsi pernafasan, fungsi perncernaan penguasa Orde Baru itu juga menunjukkan perbaikan, sehingga dokter memberikan makanan melalui mulut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter juga terus melatih otot-otot Pak Harto agar bisa bergerak lebih aktif. Tekanan darah 120-130/40-50 mmHg, dan kadar haemoglobin 10,5 gram persen.
"Fungsi jantung dan paru-paru pun semakin membaik. Selain itu tanda-tanda infeksi sistemik masih ada namun terkendali," kata dia. (nwk/sss)











































