Dari pantauan detikcom sekitar pukul 08.30 WIB, Jumat (27/1/2008), police line masih terpasang baik di lantai 8 Gedung Administrasi Pusat serta di halaman gedung tersebut. Bahkan sepeda motor Suzuki AS plat nomor D5428 BP masih berada di posisinya, tidak berubah sama sekali. Motor terlihat hampir jatuh namun tertahan tembok.
Menurut salah seorang satpam kampus Maranatha, Wahyu, pihak rektorat memang telah memerintahkan agar TKP aksi bunuh diri Roroy tidak diganggu. "Kami tetap jaga agar TKP tidak ada yang mengutak-atik," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang mahasiswa Maranatha, Timotius, mengatakan dirinya cukup terganggu dengan adanya police line yang masih terpasang. Dia mengaku saat
kejadian, dirinya sedang berada di kampus.
"Saya merasa terganggu melihat police line masih ada, karena saya kok melihat itu mengganggu imej kampus," ujarnya. Sementara mahasiswa lainnya mengaku mengetahui aksi bunuh diri Roroy dari media.
Jenazah Roroy sendiri sudah dijemput oleh pihak keluarga dari Garut pukul 02.00 WIB, Jumat (25/1/2008). Meski masih menyimpan misteri mengenai sosok A Ujang yang Roroy sebut dalam surat, kini jenazah ibu dua anak itu sudah dimakamkan di Garut.
Menurut tayangan CCTV, Roroy melakukan aksi bunuh diri dengan terjun bebas dari balkon lantai 8 Gedung Administrasi Pusat Maranatha sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (25/1/2008). Saat jatuh, dia menimpa sebuah sepeda motor yang terparkir di halaman gedung. Seketika juga dia tewas dengan patah paha dan lengan serta retak bagian kepala. (ern/aba)











































