Penelusuran ini berbeda dengan pernyataan Humas Universitas Maranatha, Lia Salim, yang mengungkapkan tidak ada pria bernama Ujang yang bekerja di kampus yang berada di Jalan Surya Sumantri itu. Salah seorang pegawai mengaku ada seorang pegawai bernama Ujang.
Namun, tampaknya Ujang tersebut bukanlah Ujang yang dimaksud Roroy. Salah satu indikasinya, nomor HP Ujang berbeda dengan nomor HP yang ditulis Roroy di dalam sepucuk suratnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, pegawai yang bernama Ujang itu sedang pulang ke Nagreg. "Sudah pulang barusan ke Nagreg, tadi sempat ke sini," tutur pegawai perempuan ini, Kamis (24/1/2008).
Meski namanya sama seperti yang disebutkan dalam surat Roroy, namun kepada pegawai tersebut, Ujang mengaku tidak mengenal Roroy.
"Kasihan Pak Ujang, jadi katempuhan (kebawa-bawa-red). Dia tadi bilang, saya gak kenal Roroy. Nomer handphone-nya juga beda," ucap Sri menirukan ucapan Ujang.
Polisi menemukan secarik kertas di dompet Roroy yang bertuliskan permohonan kepada polisi agar segera menghubungi Ujang. Roroy menuliskan nomor HP Ujang itu. Dia juga meminta jenazahnya untuk dibawa ke Bogor agar diurus Ujang.
(bbp/asy)











































