"Kita akan cicil dengan anggaran yang ada, tapi saya juga akan mengusulkan agar ada kebijakan untuk dihapuskan atau dibagaimanakanlah," kata Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso dalam jumpa pers usai Rapim TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/1/2008).
Alasan untuk mengusulkan penghapusan itu, menurut Djoko, cukup beralasan, karena selama ini penggunaan BMM dari Pertamina untuk kepentingan tugas negara. Namun begitu, TNI akan mempertanggungjawabkan biaya maupun penggunaan BBM tersebut.
Dijelaskan Djoko, utang Rp 4,7 triliun tersebut merupakan angka kelebihan pemakaian BBM untuk melaksanakan tugas TNI yang sangat dinamis. Terutama pengerahan alutsista, seperti kapal dan pesawat terbang dalam penanggulangan bencana alam yang terjadi empat tahun terakhir.
"Ketika ada bencana kita harus bergerak cepat, tidak bisa menunggu untuk dianggarkan. Apalagi setelah bencana atau apapun untuk patroli," imbuhnya. (zal/sss)











































