Pengamat: Stasiun TV Memanipulasi Agar Soeharto Dimaafkan

Pengamat: Stasiun TV Memanipulasi Agar Soeharto Dimaafkan

- detikNews
Kamis, 24 Jan 2008 16:45 WIB
Sanur - Selama 3 minggu ini pemberitaan media diramaikan tentang sakitnya mantan Presiden Soeharto. Gambar-gambar Pak Harto terbaring sakit yang sering ditayangkan di televisi bisa mengundang simpati publik untuk memaafkan Soeharto.

Hal itu dikatakan Prof Vedi R Hadiz dari National University of Singapore dalam acara Anticorruption Public Forum bertema 'Combating Corruption in Democratic Transition' di Hotel Sanur Paradise Plaza, Sanur, Bali, Kamis (24/1/2008).

"Terjadi suatu manipulasi sistemik untuk membuat masyarakat bersimpati pada Soeharto. Ini tidak terlepas dari peran televisi di Indonesia. Coba saja dari semua stasiun TV swasta yang ada di Indonesia, beberapa di antaranya masih milik kroni Soeharto," ujar Hadiz.

Televisi di Indonesia, imbuhnya, terlalu demonstratif menayangkan gambar-gambar Soeharto yang sedang kritis sehingga membuat orang merasa iba. Diakuinya hal itu memang bentuk kebebasan pers.

"Memang ada kebebasan pers, tapi siapa yang menguasai pers itu. Siapa yang punya modal, apa kepentingan pemodal," cetus dia.

Nada-nada yang minta pengampunan Soeharto, lanjutnya, sebaiknya diabaikan. Soeharto juga tidak perlu diampuni. "Soeharto tidak perlu diampuni. Karena dia tidak pernah minta maaf selama ini," kata dia. (nwk/nrl)


Berita Terkait