Antisipasi Resesi, TNI Harus Hemat

Antisipasi Resesi, TNI Harus Hemat

- detikNews
Kamis, 24 Jan 2008 16:15 WIB
Jakarta - Ancaman dampak resesi ekonomi AS merupakan peringatan bagi pemerintah menghemat pengeluarannya. Termasuk menghemat anggaran pengadaan alat utama sistem persenjataan dan pertahanan demi pemenuhan prioritas kebutuhan lain.

Demikian kata Presiden SBY pada perwira tinggi TNI peserta Rapim TNI, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/1/2008).

"Anggaran negara terbatas, harap dimengerti. AS dan Jepang kekuatan ekonominya besar juga menghadapi masalah yang sama," kata SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi penghematan dan keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat TNI menjalankan tanggung jawab profesional mereka. Untuk itu ada lima pos penting yang priotitasnya tidak dapat diganggu apalagi digeser dengan pengadaan alutsista.

Yaitu penyelenggaraan patroli rutin di darat, laut dan udara menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Pelatihan dan pendidikan bagi para prajurit. Perawatan peralatan militer yang sudah ada serta pengadaan suku cadanganya. Tidak ketinggalan, peningkatan kesejahteraan prajurit.

"Setelah itu baru ada prioritas pengadaan alutsista baru. Silakan atur bagaimana pasnya, tidak ada musuh dan NKRI utuh," sambung SBY.

Kegiatan pengadaan alutsista itu pun harus mendukung operasional aktual TNI, dan bukan sebagai persiapan perang. Sebab bagaimana pun perang adalah langkah terakhir penyelesaian masalah apabila seluruh daya upaya diplomasi terus menemui jalan buntu.

"Kalau bisa selesai dengan perundingan, buat apa perang?" ujar Presiden.

(lh/nrl)


Berita Terkait