"Siapa sebenarnya pelaku pembakaran pasar, sampai saat ini tidak bisa diungkap. Apa kebakaran ini ada hubungannya dengan pemilu 2009 mendatang," tanya anggota Komisi III Syahrin Hamid.
Hal ini ditanyakan dia dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Polri di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (24/1/2007).
Menjawab hal ini, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Bambang Hendarso Dhanuri lalu memberikan penjelasan.
"Untuk kebakaran di Pasar Turi, kita mendapatkan tanda-tanda ada unsur pembakaran di kios 556. Tapi siapa yang melakukannya, kita kesulitan dengan tidak adanya saksi-saksi," ujar Bambang.
Namun dia memastikan kasus tetap berjalan, dengan menyelidiki melalui dugaan latar belakang pembakaran dilakukan. "Kita masih pendalaman. Dan kita harapkan segera menemukan pelaku," tambahnya.
Untuk kasus kebakaran Pasar Cipanas, Jawa Barat, dia mengaku kesulitan melakukan penelusuran. Hal itu terkait konstruksi bangunan yang berbeda. "Sebab bangunannya berbentuk kios tidak berbentuk konstruksi permanen," jelas Bambang.
Sedangkan kasus kebakaran pasar di Semarang, hal itu dipastikan karena kecelakaan. "Hasil labfor itu dapat dibuktikan karena arus pendek," tandasnya. (ndr/nvt)










































