TNI: Pilkada Bentrok Karena Warga Belum Siap Berdemokrasi

TNI: Pilkada Bentrok Karena Warga Belum Siap Berdemokrasi

- detikNews
Kamis, 24 Jan 2008 15:23 WIB
Jakarta - Banyaknya bentrokan antarkubu pasangan calon kepala daerah dalam pilkada di sejumlah wilayah, dinilai bukti belum siapnya masyarakat melaksanakan demokrasi. TNI tetap punya tanggung jawab agar masyarakat tidak terpecah belah.

"Itu merupakan indikasi atau pertanda bahwa kita, di mana suatu tempat yang timbul konflik anarkis, kita belum siap melaksanakan demokratisasi," kata Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dalam jumpa pers usai Rapim TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/1/2008).

Hal itu disampaikan dia ketika ditanya banyaknya konflik dalam pilkada, di mana ada yang belum siap menang atau kalah, termasuk pertentangan calon dari mantan militer atau sipil. Namun begitu, menurutnya, bila ada implikasi politik lainnya tentunya bukan kewenangan TNI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi terjadinya anarki, bentrokan, serta retaknya persatuan dan kesatuan itu jadi tanggung jawab TNI," jelasnya.

Untuk itu, lanjut Djoko, pihaknya akan terus berupaya agar keretakan atau perpecahan di masyarakat bisa diredam atau diatasi. "Tentunya TNI akan membantu itu," imbuhnya.
(zal/nvt)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait