"Assalamualaikum! Ini hak saya untuk berbicara. Tanah saya sudah dirampas oleh 5 jenderal. Tangkap Bimantoro," seru pria yang diketahui bernama
Saiful Syamsuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/1/2008).
Syaiful yang terbalut jas warna hitam dan dasi warna merah ini berdiri dan berteriak. "Tanah saya diambil. Hak saya dilanggar," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Coba tolong diamankan. Jangan pakai kekerasan," kata Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan selaku pemimpin sidang.
Petugas polisi yang tampak duduk di atas balkon lalu membawa Syaiful. Syaiful pun memberontak dan berteriak. "Bohong ini semua. Tanah saya diambil," teriak dia berulang kali.
Syaiful dibawa paksa turun dari balkon dan diserahkan ke Pamdal DPR.
"Tanah dia diambil dan dibangun Mako Brimob dan lapangan tembak di Aceh oleh 5 jenderal. Kami hanya mohon ganti rugi tanah sesuai NGOP," kata rekan Syaiful, Mulfariansyah.
Kelima jenderal yang diklaim Syaiful itu antara lain mantan Kapolri Jenderal Pol Purn Bimantoro, mantan Kapolri Jenderal Pol Purn Dai Bachtiar, mantan Kapolda NAD Komjen Pol Bachrumsyah, dan Deputi Logistik Irjen Pol Heru Susanto. (aan/sss)











































