Demikian penjelasan Presiden SBY kepada para perwira tinggi TNI peserta Rapim TNI 2008 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/1/2008).
"Silahkan atur bagaimana pasnya sesuai RKP (rencana keuangan pemerintah). Tidak usah terlalu khawatir anggaran dipotong dan sebagainya," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi diingatkan SBY, harga dari perlengkapan militer sangat mahal. Maka bukan hanya kebutuhan yang menjadi pertimbangan, tapi juga prioritas apakah pengadaan alutsista harus saat ini atau bisa pada masa mendatang.
Kemudian membandingkannya dengan pos prioritas lain bangsa. Seperti upaya ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan dan sebagainya.
"Harga satu skuadron F16 atau Sukhoi itu setara dengan sekian banyak irigasi, gedung sekolah, puskesmas, atau beras untuk rakyat miskin," tandas SBY. (lh/sss)










































