SBY: Tidak Usah Khawatir Anggaran Pertahanan Dipotong

SBY: Tidak Usah Khawatir Anggaran Pertahanan Dipotong

- detikNews
Kamis, 24 Jan 2008 14:49 WIB
Jakarta - Kebijakan optimalisasi dan efisiensi tidak selalu berarti pemotongan anggaran. Melainkan penajaman program pada kebutuhan produktif dan penting pertahanan negara dengan pengelolaan keuangan secara benar.

Demikian penjelasan Presiden SBY kepada para perwira tinggi TNI peserta Rapim TNI 2008 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/1/2008).

"Silahkan atur bagaimana pasnya sesuai RKP (rencana keuangan pemerintah). Tidak usah terlalu khawatir anggaran dipotong dan sebagainya," kata SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut SBY, pengadaan alutsista bukan pengeluaran konsumtif seperti halnya membangun gedung mewah atau mobil dinas baru. Tapi tergolong pos produktif, yang produknya adalah rasa aman warga, keutuhan NKRI, dan kedaulatan negara.

Tapi diingatkan SBY, harga dari perlengkapan militer sangat mahal. Maka bukan hanya kebutuhan yang menjadi pertimbangan, tapi juga prioritas apakah pengadaan alutsista harus saat ini atau bisa pada masa mendatang.

Kemudian membandingkannya dengan pos prioritas lain bangsa. Seperti upaya ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan dan sebagainya.

"Harga satu skuadron F16 atau Sukhoi itu setara dengan sekian banyak irigasi, gedung sekolah, puskesmas, atau beras untuk rakyat miskin," tandas SBY. (lh/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini