Penggalangan tanda tangan yang diusung 30 mahasiswa dan LSM yang tergabung dalam Kesatuan Rakyat Adili Soeharto (Keras) ini pun laris manis.
Mahasiswa mengajak warga yang melintas menumpahkan unek-uneknya dan tanda tangan di atas spanduk itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak orang yang melintas tampak tertarik. Mereka lalu jongkok dan menuliskan pesan serta tanda tangan.
Niken, warga Bogor, ikutan meneken spanduk. "Pak Harto, kalau bapak sudah tidak ada, atau pergi jauh, mohon saya minta warisannya. Itu pun kalau bapak mau ngasih sama anak bapak," tulis Niken dengan spidol hitam.
Titi, seorang karyawati juga ikut menuliskan pesan, "Soeharto nggak bakal mati sebelum minta maaf sama rakyat."
"Maafin saja sih bisa. Tetapi harus diadili dong. Maling ayam saja diadili," komentar Nani.
Seratusan tanda tangan tampak sudah memenuhi spanduk. Selesai membubuhkan tanda tangan, warga diberi stiker warna hitam yang bertuliskan "Adili Soeharto".
Humas Keras, Borang, mengatakan, tanda tangan ini akan dijadikan referensi untuk menuntut pemerintah mengadili Soeharto.
Aksi damai ini dijaga 30 personel dari Polres Jakarta Selatan. (aan/sss)










































