Petrus, Dicerca Juga Dirindu

Petrus, Dicerca Juga Dirindu

- detikNews
Kamis, 24 Jan 2008 10:49 WIB
Jakarta - Mendengar namanya saja sudah bikin bulu kuduk merinding: petrus (penembakan misterius). Tapi zaman telah berganti dan uniknya, ada yang merindu pada petrus.

Para perindu beralasan, saat ini petrus dibutuhkan karena banyak kasus kriminalitas yang meresahkan warga. Para penjahat kian lihai dan kian tega mengerjai para korbannya. Di antara para penjahat itu, ada yang sukses dibekuk polisi. Tapi banyak juga yang masih berkeliaran mengincar korban baru.

"Harusnya petrus digalakkan lagi sekarang khusus untuk nembakin para koruptor. Dengan begitu tikus-tikus pada tiarap," tulis Dony dalam komentar berita tentang petrus, Kamis (24/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aktifkan lagi program petrus. Penjahat-penjahat sekarang semakin menggila. Lihat saja berita kriminalitas di berbagai media setiap hari, nggak surut-surut," imbuh lainnya.

"Saya setuju dengan petrus karena orang jahat alias pelaku kriminal di masyarakat juga makin banyak dan makin nggak pandang bulu sama korbannya, balita, anak-anak, remaja, dewasa, bahkan nenek-nenek juga jadi korban. Pelaku kriminal memang harus ditumpas karena kehidupan mereka hanya menjadi bibit masalah yang baru, membuat makin banyak orang jadi susah dan stres. Dalam hal ini, HAM harus dinomorduakan terhadap mereka karena mereka juga menomorduakan HAM korbannya," tulis Pras.

Sedangkan yang mengecam petrus menulis,"Pemimpin yang sadis adalah yang membunuh rakyatnya sendiri. Memperbaiki masyarakat sebaiknya dilakukan pendidikan moral serta yang terpenting adalah memberi contoh perilaku moral yang baik."

Lainnya menimpali,"Kelihatannya baik, tapi itu sarana menunjukkan ke umum siapa yang berkuasa. Kalau nggak nurut tembak."

"Seandainya eyang dulu mengedepankan hukum, maka tentu hidup sekarang bisa lebih baik. Seseorang yang berbuat kebiadaban, bisa dilakukan hukuman mati tapi melalui hukum yang benar. Bukankah itu merupakan shock therapy juga! Akhirnya yang terjadi sekarang, masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada hukum, tapi lebih percaya kepada main hakim sendiri," tulis Jadul.

"Yang namanya penjahat harus dihukum berat itu setuju. Tetapi selama petrus yang terjadi waktu itu dilakukan tanpa melalui persidangan atau berlandaskan hukum yang resmi. Bisa jadi orang yang bukan penjahat kena fitnah diciduk dan ditembak," ujar Kabul. (nrl/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads