Tahalul Wapres JK Buat Saya

Catatan Dari Makkah (1)

Tahalul Wapres JK Buat Saya

- detikNews
Kamis, 24 Jan 2008 07:17 WIB
Tahalul Wapres JK Buat Saya
Makkah - Rabu (23/1/2008) pukul 02.00 dini hari waktu Saudi (pukul 06.00 WIB). Sisa sisa hujan nampak jelas membasahi pelataran luar Masjidil Haram. "Hati Hati terpeleset," kata seorang rekan mengingatkan. Udara lumayan dingin.

Hujan yang menerpa Tanah Suci merata mengguyur kawasan Saudi Arabia. Cuaca buruk itu sudah kami rasakan dalam penerbangan dari Riyad menuju Jeddah. Pesawat reguler Garuda GA 984 yang ditumpangi rombongan Wapres Jusuf Kalla (JK) tak henti-hentinya digoyang cuaca buruk.

Ketika roda pesawat menjejak landasan Bandara King Abdul Aziz Jeddah, terlihat benar hujan deras belum lama turun dari langit. Bus yang membawa kami menuju Hotel Intercon Jeddah, di beberapa perempatan terhadang genangan air hujan. Bak kota Jakarta saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian juga basah hujan ternyata juga merata di Tanah Suci, Makkah. Dalam dingin itulah, saya, yang kali ini mengikuti rombongan Wapres JK, untuk keempat kalinya melaksanakan ibadah umroh. Umroh sebelumnya, saya lakukan pada 28 April 2006. Saat itu saya mengikuti rombongan Presiden SBY.

Berbeda dengan umroh saat itu, kali ini suasana di Masjidil Haram terkesan lengang. Maklum, ini adalah akhir musim haji. Dan visa umroh belumlah dikeluarkan oleh Pemerintah Saudi. Tak heran, tanpa harus mendapat kawalan ketat dari tentara maupun polisi Kerajaan Saudi, JK dan rombongan bisa menjalankan ibadah umroh dengan lancar.

Wajah JK terlihat sangat cerah. Tawaf -- mengitari Kabah 7 kali - dijalankan dengan penuh semangat. Setelah tawaf selesai, JK dan seluruh rombongan mendapat kesempatan mencium Hajar Aswad. Diawali dengan JK. Setelah itu, JK  berdiri sekitar 2 meter dari Hajar Aswad. JK menyaksikan satu per satu rombongannya mencium Hajar Aswad.

Setelah acara  mencium Hajar Aswad usai, prosesi umroh dilanjutkan dengan sai. Berjalan 7 kali bolak-balik dari Bukit Shofa ke Bukit Marwah. Total jenderal jaraknya sekitar 3,5 Kilometer. Akhir sai ditandai apa yang disebut Tahalul. Tahalul bisa diartikan bersenang-senang. Dan Tahalul adalah akhir dari ibadah umroh.

Proses tahalul ditandai dengan pemotongan rambut. Sedikit saja. Setelah itu, untuk afdolnya, gundul juga boleh. Pemotongan rambut JK dilakukan oleh Fuad Hasan Masyhur, pemilik salah satu biro perjalanan haji terkenal, Maktour. Saya berkesempatan memotret. Posisi saya memotret sangat dekat, karena saya memotret dengan menggunakan HP.

Usai JK dipotong rambutnya untuk menyempurnakan ibadah umrohnya, saya pun secara spontan menyorongkan kepala saya untuk dipotong rambut. JK yang sudah memegang gunting, secara spontan memotong rambut saya, kres..kres...kres... dan jepret jepret, rekan dari Antara mengabdikan peristiwa itu.
(bdi/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads