"Saya telah memerintahkan penjaga perbatasan untuk membolehkan warga Gaza untuk melintas dan membeli kebutuhan pokok dan kembali lagi, selama mereka tidak membawa senjata api atau barang-barang terlarang," kata Mubarak seperti dikutip AFP, Rabu (23/1/2008).
Sejak blokade yang dilakukan Israel terhadap wilayah yang dikuasai kelompok garis keras Hamas itu, ribuan warga yang tinggal di Jalur Gaza kesulitan bahan makanan. Demikian juga dengan suplai air bersih, listrik dan bahan bakar yang semakin langka.
Mubarak meminta, pimpinan dua faksi yang bertentangan yakni Hamas dan Fatah segera mencari solusi atas perbedaan yang merugikan rakyat Palestina itu.
"Harus ada kesepakatan di antara sesama warga Palestina. Mereka harus saling mendengarkan. Tidak seharusnya sebuah wilayah hanya dikuasai oleh satu pihak. Musuh mereka tentu berharap perbedaan itu akan terus berlanjut," pungkas Mubarak.
(bal/bal)











































