"Pemilu perlu efisien. Salah satunya tidak dengan model coblosan, tapi cukup tertulis saja," kata JK kepada wartawan di Hotel Dar Al Tawhid Intercontinental, Makkah, Rabu (23/1/2008).
Menurut JK, sebagian masyarakat Indonesia memang masih buta huruf. "Tapi, tidak buta angka. Dulu ada penolakan pemilu tertulis dengan alasan masyarakat kita banyak yang buta huruf. Padahal yang buta huruf sudah turun drastis tinggal 5% saja. Lagi pula, ya itu tadi, rakyat kita kalau pun buta huruf, tapi tidak buta angka. Dan dalam pemilu yang dicolos itu angka bukan huruf," jelas JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































