"Showroom mobil keluarga saya dilempari batu itu kecil. Kantor saya di Makassar pada 2003 pernah dibom yang sampai menyebabkan beberapa orang tewas. Itulah harga dari sikap netral. Netral itu ternyata tidak gampang dan berisiko," kata JK kepada wartawan di Hotel Dar Al Tawhid Intercontinental, Makkah di sela-sela lawatannya ke Arab Saudi, Rabu (23/1/2008).
Namun demikian, JK memuji Syahrul Yasin Limpo yang telah bertindak sigap. "Setelah showroom dilempari, Syahrul segera melakukan perbaikan. Bahkan Syahrul segera melakukan penjagaan. syahrul bertanggung jawab karena massa dialah yang melakukan pelemparan," kata JK seperti dilaporkan wartawan detikcom Budiono Darsono dari Makkah.
JK tidak kapok untuk tetap bersikap netral, meski risiko berat dialaminya. "Tahun 2003, kantor saya di Makasar dibom juga, karena saya bersikap netral dalam kasus Poso. Pelakunya kelompok Islam radikal yang menganggap saya tidak netral. Ya sudahlah. ongkos netral memang mahal. Saya jalani saja," ujar dia. (bdi/asy)











































