"Kita harapkan tidak ada pengurangan atau penundaan anggaran meski ada resesi ekonomi dunia," kata Juwono usai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (23/1/2008).
Menurut Menhan, anggaran untuk Dephan dan Mabes TNI adalah Rp 36 triliun dari total Rp 780 tirilun APBN 2008. Pemerintah mengoptimalisasi anggaran pertahanan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggaran pertahanan 2008, menurut Juwono, naik 12 persen. Jumlah anggaran ini dialokasikan untuk gaji dan uang lauk pauk tentara. Menhan mengakui jumlah kebutuhan sesungguhnya adalah Rp 100 triliun.
"Kita jalankan fungsi vital menjaga kedaulatan dan keselamatan bangsa dengan anggaran yang sangat minim," cetusnya.
Menhan mengungkapkan, Indonesia kehilangan US$ 15 miliar akibat illegal logging dan illegal fishing. Namun TNI dan Polri telah berusaha keras menekan penyelundupan. Penghematan anggaran juga telah dilakukan dengan mencegah kebocoran dana.
"Penajaman efisiensi anggaran menjadi penekanan Presiden agar anggaran pertahanan bisa pas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," pungkasnya. (fay/sss)











































