Padahal sejumlah kalangan menganggap tindakan Clinton tersebut bisa menimbulkan perpecahan dalam tubuh Partai Demokrat.
Namun menurut Hillary, peran suaminya dalam kampanye ini sama seperti apa yang dilakukan pasangan kandidat-kandidat lainnya. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (22/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Obama mengungkapkan kekesalannya atas sikap Clinton yang belakangan ini kerap mengkritiknya. Menurut Obama, Clinton telah mengeluarkan statemen-statemen yang tidak didukung fakta.
Bahkan sejumlah figur Demokrat telah mengimbau Clinton untuk menahan diri. Jika tidak, dia bisa merusak pamornya sebagai mantan presiden.
"Saya pikir ini bukan sifat seorang mantan presiden, ini tidak sejalan dengan imej seorang mantan presiden. Saya, jujur saja, terkejut karena dia melakukan pendekatan ini," tutur mantan pimpinan Demokrat di Senat, Tom Daschle, yang mendukung Obama.
"Menurut saya, ini menyedihkan bagi banyak Demokrat," cetus Daschle. "Saya pikir ini bisa menghancurkan partai, ini akan memecah-belah kita dan mendatangkan dampak besar jika tidak segera berakhir," tegas Daschle.
Untuk menghadapi pernyataan-pernyataan negatif dari tim Clinton, Obama telah membentuk semacam "skuad kebenaran" yang mencakup Daschle.
Figur kuat Demokrat, Senator Edward Kennedy dan Perwakilan Rahm Emanuel baru-baru ini juga menelepon Clinton untuk menyuruhnya berhenti memojokkan Obama.
(ita/nrl)











































