Curhat Yusril Soal Dendam dan Tawaran Posisi Ketua MK

Curhat Yusril Soal Dendam dan Tawaran Posisi Ketua MK

- detikNews
Rabu, 23 Jan 2008 15:02 WIB
Jakarta - Yusril Ihza Mahendra terhempas dari posisi Mensesneg setelah dua kasus menerpanya. Dendamkah Yusril kepada Presiden SBY? Lalu benarkah ada tawaran posisi ketua Mahkamah Konstitusi (MK)?

Kasus dugaan korupsi pengadaan alat automatic fingerprint identification system (AFIS) tanpa tender dan dugaan kesalahan prosedur pencairan uang Tommy Soeharto Rp 90 miliar di Banque de Nationale Paris (BNP) Paribas London dengan menunjuk kantor Ihza and Ihza bak menjadi 'batu sandungan' bagi mantan Menkeh HAM tersebut.

Namun rupanya suami perempuan blasteran Jepang-Filipina bernama Rika Kato Tolentino ini tidak dendam terhadap SBY. Bahkan mantan suami Kessy Sukaesih ini ditawari posisi ketua MK oleh SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini terungkap saat bapak 4 anak ini menjawab pertanyaan audiens dialog nasional pemuda Indonesia di Gedung KNPI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (23/1/2008).

Berikut petikan percakapan Yusril dengan audiens:

Dendam nggak diberhentiin SBY?
Nggak.

Sakit hati?
Nggak.

Tapi masak Bang Yusril berhenti jadi menteri cuma gara-gara masalah itu doang. Politisnya lebih kental?

AFIS clear. Uang Tommy clear. Tapi memang tekanan media kuat. Dari Wantimpres juga. SBY bilang sama saya: "Maaf Pak Yusril. Saya dengan berat hati memberhentikan karena tekanan berbagai pihak."

Dimaafin tuh Bang?

Iya saya maafkan. SBY tidak serius.

Jauh lebih berat waktu zaman Gus Dur. Dulu kan MPR sudah punya tiga nama untuk jadi presiden. Mega nomor satu, saya kedua, Gus Dur yang paling kecil dukungannya. Gus Dur lalu manggil saya: "Udah, sampeyan kan masih muda, ngalah aja." Terus dia yang jadi presiden.

Kemarin itu kan SBY bilang sama saya: "Udah Pak Yusril, jadi ketua MK saja, setidaknya sampai 2009." Saya bilang, lihat-lihatlah perkembangannya. (fay/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads