Elemen Mahasiswa Tuntut SBY-JK Tak Maafkan Soeharto

Elemen Mahasiswa Tuntut SBY-JK Tak Maafkan Soeharto

- detikNews
Rabu, 23 Jan 2008 14:23 WIB
Jakarta - Sejumlah elemen mahasiswa menuntut agar pemerintah tidak memaafkan Soeharto atas dugaan korupsi dan pelanggaran HAM semasa pemerintahannya. Urusan maaf dianggap soal pribadi.

"Maaf itu cuma pribadi dengan pribadi. Contohnya kalau saya ditilang polisi, polisi memaafkan, tapi tetap ditilang kan. Kalau Soeharto dimaafkan, ada diskriminasi yang dilakukan pemerintah dalam penegakan hukum," kata Sekjen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Rendra Valentino.

Dia menyampaikannya dalam diskusi bertajuk 'Warisan Soeharto pada kita' di Cafe Koffka, Jalan Barito, Jakarta Selatan, Rabu (23/1/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rendra, memberi maaf kepada Soeharto mengesankan seolah-olah bangsa Indonesia adalah bangsa biadab. "Soehartois-Soehartois ini kalau bicara untuk kepentingan pribadi, seolah-olah memelas. Kalau tidak memaafkan seakan bangsa ini biadab," katanya.

Wakil Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Togar, menilai pemberitaan media yang didominasi Soeharto justru menguntungkan kubu Soeharto dan kroninya.

"Seolah-olah memberi simpati, memberi apresiasi yang semuanya menguntungkan Soeharto. Orang yang memberi maaf kepada Soeharto adalah musuh rakyat," katanya.

Puluhan mahaiswa lainnya yang hadir dalam diskusi itu  mengancam akan turun ke jalan jika pemerintahan SBY-JK tidak segera mengadili kasus korupsi dan pelanggaran HAM yang dilakukan Soeharto.

"Kita akan konsolidasi di Jakarta maupun di daerah untuk menuntut pengadilan Soeharto. Kita akan segera turun ke jalan," kata mahasiswa FISIP Unas Sunarto Jaya. (umi/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini