BRR Periksa Rumah yang Ambruk Akibat Gempa Nias

BRR Periksa Rumah yang Ambruk Akibat Gempa Nias

- detikNews
Rabu, 23 Jan 2008 13:14 WIB
Medan - Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, Perwakilan Nias,  melakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang ambruk akibat diguncang  gempa dan menyebabkan seorang korban tewas dan empat luka. Pemeriksaan seksama dilakukan terhadap konstruksi bangunan yang mengalami kerusakan.

Kepala Komunikasi BRR Nias Emanuel Migo menyatakan, bangunan yang rusak  itu berada di dalam asrama perumahan Kodim 0213 Nias di Jalan Yos  Sudarso, Kecamatan Gunung Sitoli, ibukota Kabupaten Nias. Di dalam kompleks tersebut ada 21 unit rumah. Satu unit rumah berdiri sendiri, sementara 20 lainnya terdiri dari 10 koppel. Satu koppel terdiri dari dua rumah yang berdampingan.

"Rumah ini dibangun pada tahun 2006 dari dana BRR untuk pembangunan sarana dan prasarana TNI yakni untuk pembangunan kantor dan asrama. Pelaksanaan dan pengawasannya dilakukan oleh Kodim Nias," kata Emanuel Migo kepada detikcom di Medan, Rabu (23/1/2008).

Akibat diguncang gempa berkekuatan 6,2 SR pada Selasa (22/1/2008) malam, rumah koppel tersebut mengalami kerusakan. Ada yang runtuh tembok pembatasnya, kemudian kuda-kuda atau kerangka atap rumah juga ambruk dan menimpa korban. Akibatnya satu orang tewas dan empat lainnya menderita luka dan saat ini masih dirawat di RSU GunungSitoli, tak sampai satu kilometer dari asrama Kodim Nias tersebut.

"Rumah yang rusak ada tiga unit dan berada pada tiga koppel. Jadi kendati satu koppel terdiri dari dua unit, yang rusak hanya satu saja untuk setiap koppel. Sementara bangunan lainnya yang berada di kompleks itu tidak mengalami kerusakan," kata Migo.

Berkaitan dengan masalah ini, kata Migo, Pimpinan BRR Nias William P Sabandar sudah berkoordinasi langsung dengan Kodim Nias untuk membantu korban gempa dan menginstruksikan pemeriksaan seksama terhadap konstruksi bangunan yang mengalami kerusakan.

Jika memang ditemukan kesalahan dalam konstruksi maupun dalam proses pembangunan, maka akan dilakukan pembangunan ulang. Namun Migo tidak bersedia menyebutkan dugaan awal penyebab ambruknya rumah tersebut. Hal itu harus melalui pemeriksaan yang dilakukan BRR.

Sejauh ini, kata Emanuel Migo, belum ada laporan lain mengenai kerusakan rumah yang dibangun BRR maupun yang rumah yang pembangunannya dibantu lembaga donor.
(rul/asy)


Berita Terkait