Dari 5 gubernur yang diundang dalam rapat dengar pendapat, satu gubernur berhalangan dan diwakili wagubnya.
Gubernur yang hadir adalah Gubernur Jateng Ali Mufid, Gubernur Jatim Imam Utomo, Gubernur Kalteng Teras Narang, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad dan Wakil Gubernur Sumbar Marlis Rahman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dulu banjir kita bisa prediksi di bulan-bulan yang ada ber-nya. Tapi sekarang hujan bisa datang kapan pun dan menyebabkan banjir. Pemerintah tidak boleh diam," pintanya.
Usulan yang sama disampaikan anggota FKB Abdullah Azwar Anas. Dia mengatakan, saat ini antarsektor di internal pemerintah sangat lemah dalam mengantisipasi dan mengatasi banjir, serta bencana lainnya.
"Karena itu di bawah koordinasi Menteri PU harus dicari jalan keluar untuk menata tata ruang yang lebih memungkinkan dalam mencari solusi banjir dan bencana," katanya.
Menanggapi hal itu Menteri PU menyambut baik masukan-masukan dari anggota DPR itu.
"Kita setuju dengan diperlukannya koordinasi yang lebih intens dalam menghadapi bencana. Kalau soal antisipasi hujan sebenarnya sudah ada lembaga sendiri, BMG. Kita selalu mengacu ke sana," katanya.
(umi/nrl)










































