Seperti dikutip dari AFP pada Rabu (23/1/2007), blokade yang dilakukan sejak Kamis 17 Januari lalu membuat krisis kemanusiaan di wilyah tersebut. Hal ini pun mengundang simpati dunia internasional.
Setelah blokade dicabut, truk-truk yang mengangkut gas, solar, serta minyak mengalir memasuki Gaza pada Selasa 22 Januari. Tak lama beberapa jam kemudian pusat pembangkit listrik kembali hidup, setelah sebelumnya alirannya diputus total pada Minggu 20 Januari.
"Kami ingin mengirim pesan kepada Hamas, tapi di saat yang bersamaan kami tidak ingin berkonflik dengan dunia internasional," timpal Menteri Luar Negeri Israel Arye Mekel.
Gaza selama ini memang sepenuhnya dikuasai pejuang Hamas. Dan Israel beralasan blokade dilakukan untuk mencegah roket Hamas menyerang wilayah mereka.
"Blokade membuat kerugian terhadap kemanusiaan yang besar dan kami ingin Israel mengakhiri semua," ujar juru bicara Palang Merah Internasional Dorothea Krimitsas.Sebelumnya akibat blokade suplai energi, penduduk Gaza menaglami kesulitan. Seluruh aktivitas warga tidak bisa dilakukan, utamanya rumah sakit yang melayani kesehatan warga.Β (ndr/)











































