"Malam ini kita akan memberikan antibiotik tambahan," kata Koordinator Medik Tim Dokter Kepresidenan Dr Djoko Rahardjo, di RSPP, Jl Kyai Maja, Jakarta, Selasa (22/1/2008).
Secara umum kondisi kesehatan jenderal bintang lima ini belum menunjukan tanda-tanda kemajuan. Kondisinya pun masih tidak stabil.
"Paru-parunya masih agak basah dan jantungnya belum stabil," tambah Djoko.
Tim dokter pun mentargetkan menyedot cairan dari tubuh mantan presiden Soeharto 2.000 cc per 24 jam. Lalu untuk makanan, tim dokter selain melalui infus, akan menggunakan cara lain .
"Saat ini masih infus, besok kita coba melalui usus lagi ," imbuh Djoko.
Sedangkan untuk bernafas, Soeharto masih tergantung pada ventilator. "40 masih tergantung alat, untuk phisioterapi masih dilakukan sekuatnya saja sesuai kemampuan beliau, tidak dipaksakan," tandas.
Sementara itu tidak tampak tamu-tamu yang mengunjungi mantan Ketua Dewan Pembina Golkar ini. Hanya kelurga dan kerabat yang terlihat di RSPP. Sementara itu jumlah wartawan yang meliput pun kini jauh berkurang, hanya belasan saja yang masih bertahan. (rdf/ndr)











































