Hingga Selasa (22/1/2007), para korban akibat penyerangan itu masih dirawat di beberapa rumah sakit. Kondisi terparah dialami Supriadi (33), warga masyarakat Lorong I, Bagan Deli, Belawan, dan Wagirin (31) warga Lorong II Umum, Bagan Deli, Belawan.
Keduanya hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi, Jl HM Yamin Medan. Supriadi mengalami luka bacok pada kepala dan di sekujur tubuh, sedang Wagirin mengalami luka tombak hingga tembus pada bagian dada. Keduanya kini masih mendapat perawatan di ruang ICU.Sebelumnya, penyerangan itu terjadi pada Senin malam (21/1/2008). Saat itu lebih dari 300 massa yang umumnya warga sekitar pondok pembinaan tersebut, mendatangi pondok tersebut dengan membawa sejumlah senjata tajam dan batu. Mereka melempari pondok tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka bilang kita ini aliran sesat. Padahal pengajian kita tidak menyalahi ajaran Islam dan Sunnah Rasul." kata Desrizal.
Akibat penyerangan itu, sebanyak 29 jamaah mengalami luka-luka. Selain Supriadi dan Wagirin, ada enam orang korban lain kini dirawat di RS Martha Friska, Jl KL Yos Sudarso Medan, kemudian 4 korban di RS Imelda, dan 17 korban lainnya dirawat di Rumkital Dr Komang Makes, Belawan.
Mereka mengalami luka ringan, sebagian terkena lemparan batu dan senjata tajam. Hingga saat ini Poltabes Medan belum melakukan penangkapan terhadap pelaku penyerangan tersebut. Sementara police line sudah dipasang di lokasi kejadian. (rul/ndr)











































