Cagub-cawagub Jabar Hanya Andalkan Patron Politik

Cagub-cawagub Jabar Hanya Andalkan Patron Politik

- detikNews
Selasa, 22 Jan 2008 20:06 WIB
Jakarta - Jawa barat dinilai tidak memiliki tradisi kepemimpinan yang baik. Para pemimpin di wilayah tatar sunda ini hanya mengandalkan patron-patron politik dalam meraih kekuasaan.

"Politik pilgub Jabar sekarang berdasarkan politik kepentingan bukan berdasarkan ideologi. Kandidat cagub-cawagub tidak punya standing posistion. Ketika kampanye hanya ikut-ikutan misalnya pendidikan gratis, kedelai dan lain-lain. Jika ada visi misi maka visi misi calon akan sama," kata pengamat politik Herman Ibrahim.

Hal ini disampaikan Herman dalam diskusi "Jawa Barat Jelang Pilgub, Bedah Peta Kekuatan para Pasangan Calon", di Hotel Santika, Jl R.E Martadinata 52, Bandung, Selasa (22/1/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Herman mengartikan standing position sebagai opini yang tidak berubah dalam merespon isu-isu krusial. "Padahal Jawa Barat memiliki isu-isu krusial seperti pemekaran wilayah Pantura, jalan tol, dan rencana pembuatan megapolitan," tambahnya.

Ketiadaan pemimpin, ideologi dan standing position menimbulkan patron-patron politik atau hit man yang tidak bisa dihindari. Misalnya oleh lurah, ulama atau tokoh-tokoh yang ada di masyarakat yang bisa dijadikan sumber politik oleh masyarakat.

"The winning team sangat bergantung pada beberapa hal, yaitu media massa, tim yang solid
sebagai ciri mesin politik yang baik, lembaga survey, komunikasi politik calon dan perilaku pemilih," jelas Herman. (ema/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait