"Politik pilgub Jabar sekarang berdasarkan politik kepentingan bukan berdasarkan ideologi. Kandidat cagub-cawagub tidak punya standing posistion. Ketika kampanye hanya ikut-ikutan misalnya pendidikan gratis, kedelai dan lain-lain. Jika ada visi misi maka visi misi calon akan sama," kata pengamat politik Herman Ibrahim.
Hal ini disampaikan Herman dalam diskusi "Jawa Barat Jelang Pilgub, Bedah Peta Kekuatan para Pasangan Calon", di Hotel Santika, Jl R.E Martadinata 52, Bandung, Selasa (22/1/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiadaan pemimpin, ideologi dan standing position menimbulkan patron-patron politik atau hit man yang tidak bisa dihindari. Misalnya oleh lurah, ulama atau tokoh-tokoh yang ada di masyarakat yang bisa dijadikan sumber politik oleh masyarakat.
"The winning team sangat bergantung pada beberapa hal, yaitu media massa, tim yang solid
sebagai ciri mesin politik yang baik, lembaga survey, komunikasi politik calon dan perilaku pemilih," jelas Herman. (ema/ndr)










































