Ketiga anak itu adalah S (13), I (5), dan SN (6 bulan). S dan I merupakan kakak adik. Ketiganya merupakan warga Kampung Cireundeu Desa Toblong Kecamatan Peundeuy Kabupaten Garut, Jabar. Sebelum dibawa ke RSUD Slamet,
ketiganya sempat dirawat di Puskesmas di daerahnya.
Menurut Kepala Pelayanan Medik RSUD Slamet Yanto Widiantoro, ketiganya datang pukul 02.30 WIB, Selasa (22/1/2008) dengan kondisi demam tinggi dan sesak napas. "Mereka bertiga memang mempunyai gejala suspect flu burung, apalagi saya dapat laporan banyak ayam yang mati mendadak di desa mereka," ujar dia saat ditemui di RSUD Slamet, Jalan Rumah Sakit, Garut, Jabar.
Namun berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, kata Yanto, belum bisa dipastikan apakah ketiganya sempat kontak langsung dengan bangkai ayam atau tidak. "Mereka tetap kita perlakukan sebagai pasien suspect. Ketiganya kita tempatkan di ruang isolasi khusus pasien suspect," tuturnya.
Saat ini, lanjut Yanto, kondisi pasien sudah membaik dibandingkan pada saat mereka datang. Demamnya sudah turun. "Suhu badan ketiganya berkisar 36 derajat Celcius hingga 38 derajat celcius. Memang masih tinggi, tapi sudah lumayan dibandingkan saat datang," ujar Yanto.
Sejak 9 Januari 2008 lalu, seribu ayam mati mendadak di dua desa yaitu Desa Toblong dan Pangrumasan Kecamatan Peundeuy. Belum diketahui penyebab matinya ribuan ayam tersebut. (ern/asy)











































