Demikian disampaikan Omar bin Laden, salah seorang putra Osama yang berusia 26 tahun. Dalam wawancara dengan jaringan televisi CNN, Omar mencetuskan dirinya tidak setuju dengan pembunuhan warga sipil.
"Saya pernah berusaha mengatakan pada ayah saya: cobalah cara lain untuk mencapai tujuanmu. Bom ini, senjata ini, tidak baik digunakan terhadap orang lain," kata Omar dalam bahasa Inggris yang tersendat-sendat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bilang padanya kalau saya akan pergi dan ingin mencoba kehidupan dan melihat seperti apa di luar sana, karena sedari kecil saya bersama ayah saya. Saya hanya melihat dan mendengar ayah saya dan teman-temannya," ujar Omar di kediamannya di Kairo, Mesir.
"Ayah saya bilang, jika ini pilihan kamu, saya bisa bilang apa? Saya ingin kamu bersama saya, tapi ini keputusan kamu," kata Omar yang tampil bersama istrinya, Jane Felix-Brown yang berkebangsaan Inggris dan kini dikenal sebagai Zaina Alsabah.
Omar menegaskan, dirinya tidak percaya kalau ayahnya seorang teroris. "Dia yakin pekerjaannya untuk membantu orang. Saya pikir ayah saya bukan teroris karena sejarah membuktikannya," cetus Omar seraya menambahkan, ketika ayahnya berperang melawan pasukan Uni Soviet di Afghanistan, pemerintah AS menganggapnya sebagai pahlawan.
Mengenai keberadaan ayahnya, Omar mengaku tidak tahu. Namun dia yakin ayahnya tidak akan tertangkap karena mendapat dukungan dari penduduk setempat.
(ita/sss)











































