Usai salat jenazah di rumah duka yang berlokasi di Dusun Kadipaten Lor RT 3 RW 8, Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (22/1/2008), SBY sempat memanjatkan doa.
Dalam doanya, SBY meminta agar keluarga yang ditinggalkan tawakal, tabah menghadapi ujian yang maha berat ini. "Kami berharap tetap ada hari esok yang lebih baik," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat menuturkan, sepulang menjalankan ibadah haji awal Januari lalu, istrinya menjalani kegiatan yang tidak henti-hentinya. Mulai menerima kunjungan tamu hingga menyiapkan rencana kunjungan mereka ke Ponpes Gontor.
Di ponpes ini, anak sulung dan anak ketiga Hidayat, Inayahzzilati dan Allakhoiri, menuntut ilmu. Saat banjir besar melanda Jawa Tengah dan Jawa Timur, pondokan kedua putranya itu ikut kebanjiran.
Kamis 17 Januari, kata Hidayat, rencananya mereka akan berkunjung ke Gontor. Dia dan istrinya pun berangkat pada Rabu 16 Januari. Keduanya pulang dulu ke rumah di Yogya.
"Sampai di Yogya, ibu masih belanja untuk keperluan anak-anak dan membersihkan rumah. Setelah itu jatuh sakit kecapaian," kata Hidayat.
Ny Kastian lalu dibawa ke rumah sakit pada 17 Januari dan menjalani perawatan hingga meninggal pukul 01.00 dinihari tadi. SBY tampak tekun menyimak penjelasan Hidayat.
Setelah sekitar 15 menit di rumah duka, SBY, Ibu Ani dan rombongan meninggalkan lokasi.
(umi/nrl)











































