Pangeran Akhisino Tertarik Ayam Cemani dan Pelung

Pangeran Akhisino Tertarik Ayam Cemani dan Pelung

- detikNews
Senin, 21 Jan 2008 18:30 WIB
Bogor - Putra Kaisar Jepang, Pangeran Akhisino yang didampingi Putri Kiko, ternyata sangat tertarik dengan ayam Cemani dan Pelung di Indonesia. Pangeran lebih banyak  memotret Ayam Pelung dan Cemani saat berkunjung ke Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB).

Ketertarikan Pangeran Akhisino ini terlihat saat berkunjung ke Laboratorium A, Fakultas Peternakan IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor, Senin (21/1/2008). Demikian rilis dari Prohumasi IPB yang diterima detikcom.

Salah seorang pakar ayam lokal dari Fakultas Peternakan IPB, Dr Ir Sri Supraptini Mansjoer, membenarkan ketertarikan Pangeran terhadap ayam tersebut. "Pangeran menanyakan bagaimana situasi ayam pelung di Indonesia. Pangeran juga mengetahui bahwa ayam pelung itu beratnya bisa sampai 12 kg," kata Sri seusai memaparkan presentasinya tentang 'The Current Status of Indonesian Poultry Breeds.'
 
Sri membenarkan bahwa bobot ayam pelung bisa mencapai 12 Kg. Namun, saat ini mencari ayam pelung seberat itu tidaklah gampang. Sebab, dalam mencari ayam pelung, masyarakat atau penggemar lebih memilih kualitas suara dibanding bobot badan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pangeran juga tertarik dengan ayam Cemani dan mempertanyakan apakah benar bisa mengobati jenis penyakit tertentu. "Tentu tidak, itu hanya mitos saja," ujar Sri saat menjawab pertanyaan pangeran.
 
Lebih dalam Sri menjelaskan, kedatangan pangeran ke IPB ini, tak lain ingin mengetahui lebih jauh perkembangan ayam kampung yang berasal dari ayam Hutan itu. Saat ini, kata Sri, sangat sulit meneliti ayam kampung ini, karena Indonesia memiliki ayam kampung yang high variety.

"Untuk mengamati yang sudah ada juga mengalami kesulitan, karena yang sudah terseleksi ini sudah masuk pupulasi berbahaya. Maka dari itu, kita harus meningkatkan kuantitasnya dengan cara pemberian makanan dan kajian sosial ekonomi masyarakat," ujarnya.
 
Ayam Indonesia Unggul di Dunia
 
Dr. Sri juga memaparkan bahwa ayam Hutan di dunia hanya ada di empat tempat, salah satunya di Indonesia. Di Indonesia, ada dua jenis, yaitu ayam Hutan Merah dan ayam Hutan Hijau. Jepang tidak memiliki ayam ini. "Ayam kita lebih unggul, kita harus bangga bahwa sesuatu yang milik dunia ini ternyata ada di Indonesia," ujar dia.  
 
Menurut dia, ayam-ayam eksotik yang sekarang berada di Amerika dan dikembangkan di Eropa ternyata menggunakan darah galus-galus, yaitu Ayam Hutan Merah. Ayam Hutan Merah ini hanya ada di Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Sumatera Indonesia.
 
Rangkaian kegiatan Pangeran Akhisino ke Bogor diawali dengan kunjungan ke Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor (PKT-KRB) LIPI sekitar pukul 09.00 WIB, dilanjutkan ke Rumah Sakit Umum Palang Merah Indonesia (RSU) PMI Bogor, kemudian ke IPB pada pukul 13.00 WIB dan kunjungan terakhir ke Cibinong Science Center (CSC) LIPI pada pukul 16.00 WIB. (asy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads